Dikutipdari modul Percabangan, Perulangan, dan Studi Kasus yang diterbitkan oleh Institut Teknologi Sepuluh November, flowchart percabangan adalah sebuah cara untuk memutuskan kondisi apa yang akan dipilih. Berikut ini penjelasan lebih lanjut berdasarkan kondisi-kondisi yang muncul ketika membuat contoh flowchart percabangan: Percabanganpada java adalah suatu pilihan atau opsi dengan kondisi tertentu. Jika kondisi yang menjadi syarat terpenuhi, maka opsi atau pilihan dijalankan, jika tidak maka sebaliknya. Dalam java terdapat 4 macam jenis percabangan, if, if-else, else-if, dan juga switch. Keempat jenis ini memiliki penggunaan masing-masing. Jikadi artikel sebelumnya kita telah belajar tentang percabangan, maka sekarang kita akan belajar konsep perulangan dalam bahasa C++ dengan contoh programnya.. Mari kita sedikit mengenal apa itu perulangan: Mungkin anda juga pernah dihukum guru anda untuk menulis sebuah kalimat perjanjian yang intinya tidak akan mengulangi perbuatan salah anda sampai papan tulis penuh. iinteger. algoritma: i ← 1for i<=10 ribu do. writeln ('cetak ulang tulisan menggunakan perulangan atau looping') i ← i+1. endfor. Perintah kode pemrograman diatas merupakan cara untuk mencetak "cetak ulang tulisan menggunakan perulangan atau looping) sebanyak 10 ribu baris. Kode tersebut lebih simpel dibandingkan harus mengetik manual Demikianlahbeberapa ulasan tentang program dan juga contoh program c++ perulangan dan percabanganif lengkap dengan penjelasannya. Semoga dengan adanya ulasan kali ini, Anda jadi lebih mengerti tentang perulangan dan juga percabangan if. Mengingat ini adalah salah satu percabangan yang juga sering digunakan, selain tentunya 5 percabangan lainnya. PostinganKali ini saya buat untuk menyelesaikan tugas Kuliah Algoritma Pemrograman Java , saya memilih untuk mengulangkaji pelajaran kelompok 3 yaitu Perulangan dan Percabangan pda java. semoga postingan ini dapat bermanfaat buat saya dan bagi para pembacanya. terima Tahap ini dilakukan sebelum memasuki perulangan. Contoh : int i = 0; 2 SoalLatihan Program Perulangan Dalam C++. 1. Buatlah program untuk menentukan bilangan genap mulai dari 1 hingga data ke n. Data masukan adalah data ke n. Untuk mendapatkan bilangan genap, maka sebuah bilangan akan dicari sisa hasil baginya atau modulusnya dengan 2. Jika modulusnya sama dengan NOL, maka bilangan tersebut adalah bilangan genap. SoalDan Jawaban Tentang Operasi Aritmatika Dan Logika Kumpulan Contoh Surat Dan Soal Terlengkap. I Love I Share Soal Uts Algoritma Pemrograman Looping Java Lanjutan. Java Netbeans Class Constructor Object Object Oriented Program. Percabangan Dan Perulangan Pada Java Dengan Menggunakan Netbeans Politeknik Stmi Jakarta. 32 Contoh Soal Algoritma Flowchartterdiri dari 3 struktur: 1. Struktur Sequence / Sederhana. Diagram yang alurnya mengalir secara berurutan dari atas ke bawah atau dengan kata lain tidak adanya percabangan atau pengulangan. Bentuk flowchart tersebut seperti: Flowchart Sequence. Contoh dari flowchart dengan struktur sequence ini seperti algoritma untuk menghitung luas TranslatePDF. Algoritma Dan Pemrograman Fungsi,Percabangan if/else,dan Array Ade Nugroho E-mail : info@ : www.purbaya.ac.id Program Studi Teknik Informatika Politeknik Purbaya, Jl Pancakarya No 1 Talang Kab. Tegal Abstrak Algoritma dan Pemrograman saat ini telah di pelajari diseluruh dunia dan merupakah salah satu program C62Mu. Pernahkah anda dihukum guru anda untuk menuliskan sebuah kalimat perjanjian tidak akan mengulangi perbuatan tidak baik sampai papan tulis tersebut penuh? Misalnya menulis Saya tidak akan bolos sekolah lagi ………………………………………. ………………………………………. ………………………………………. Saya tidak akan bolos sekolah lagi Catatan Anggaplah bagian titik-titik merupakan tulisan yang sama. Seperti yang bisa anda lihat diatas, kita diminta untuk menulis kalimat yang sama sebanyak contoh 50 kali. Tentunya hal ini menjadi pekerjaan yang melelahkan. Kabar baiknya, kita mengenal fungsi perulangan atau looping. Anda bisa menghemat sekian banyak baris kode yang pada dasarnya cukup diketik satu kali. Table Of Contents Pengertian dan Fungsi Perulangan 1 Statemen For 2 Statemen While....Do 3 Statemen Repeat.....Until Menarik Kesimpulan Pengertian dan Fungsi Perulangan Dalam pemrograman kita tidak mungkin menuliskan puluhan baris kode yang sama untuk output yang sama. Tentunya sangat merepotkan tanpa fungsi perulangan. Looping atau perulangan adalah fungsi pada bahasa pemrograman untuk menjalankan baris kode secara berulang-ulang selama kondisi masih terpenuhi. Dalam contoh diatas kita diminta untuk mencetak tulisan sebanyak 50 kali, jadi selama jumlah tulisan belum mencapai 50 terpehui atau true program akan terus berjalan. Lalu setelah tulisan yang kita cetak telah berjumlah 50, maka program akan berhenti karena kondisi sudah tidak lagi terpenuhi. Karena batas kita adalah 50. Kita ingat lagi algoritma percabangan Jika jumlah <= 50 maka cetak tulisan, jika tidak berhenti mencetak. Jadi kita hanya mencetak sebanyak 50 kali tidak lebih dan kurang. Untuk fungsi maupun penggunaan looping dalam program sendiri anda akan banyak melihatnya jika kita sudah berurusan dengan tipe data array. Macam-Macam Perulangan pada Pascal Terdapat tiga macam bentuk pengulangan dalam bahasa pemrograman Pascal, yaitu dengan menggunakan statemen For, While...do, Repeat....Until. 1 Statemen For Bentuk pengulangan dengan statemen For dapat berbentuk pengulangan positif For....to....do dan pengulangan negatif For....Downto....do. Pengulangan For...to...do Pengulangan For...to...do adalah pengulangan dengan penghitung counter dari kecil ke besar atau disebut juga pertambahannya positif. Sintaksnya adalah sebagai berikut For variabel=kondisiAwal to kondisiAkhir do statemen; Berikut contoh program perulangan menggunakan for to do Program Loop1; uses crt; var iinteger; Begin For i=1 to 100 do Begin writeln'Nama Saya'; End; Readln; end. Pengulangan For....downto...do Pengulangan For....downto...do adalah pengulangan dengan penhitung counter dari besar ke kecil atau disebut juga pertambahannya negatif. Sintaksnya adalah sebagai berikut For variabel=kondisiAwal downto kondisiAkhir do statemen Berikut contoh program perulangan menggunakan for downto do Program Loop2; uses crt; var iinteger; Begin For i=100 downto 1 do Begin writeln'Nama Saya'; End; Readln; end. PENTING Ada dua kondisi pada perulangan For yaitu kondisi awal, dan kondisi akhir, program ini akan terus berjalan selama kondisi akhir belum terpenuhi. 2 Statemen While....Do Statemen while...do digunakan untuk melakukan proses pengulangan suatu statemen atau blok statemen terus menerus selama kondisi bernilai benar. Statemen while...do biasa dipakai untuk melakukan pengulangan yang jumlahnya tidak diketahui di depan atau selang pencacahannya tidak sebesar 1 atau -1. Bentuk statemen while...do adalah sebagai berikut While kondisi Do Statemen; Jadi statemen setelah kata Do akan terus dikerjakan selama kondisi bernilai benar. Jika kondisi bernilai FALSE di awal sebelum while maka statemen tidak akan pernah dikerjakan. Berikut contoh program sederhana menggunakan while do Program Loop3; uses crt; var iinteger; Begin i=0; while i<4 do begin writelni; i=i+1; end; Readln; end. 3 Statemen Repeat.....Until Repeat.....until adalah statemen digunakan untuk mengulang statemen atau blok statemen sampai kondisi bernilai TRUE... ..Jadi pengulangan justru dilakukan selama kondisi bernilai salah. Pemeriksaan kondisi pada pengulangan Repeat...until dilakukan belakangan diakhir, berbeda dengan While...do. Lalu apa artinya? Itu artinya... Hal ini mengakibatkan statemen pada pengulangan Repeat.....until paling sedikit akan diproses satu kali. Bentuk statemen Repeat....until adalah sebagai berikut Repeat Statemen1; Statemen2; ... Statemen; Until kondisi; Berikut contoh program sederhana perulangan menggunakan repeat until Program Loop4; uses crt; var iinteger; Begin i=0; Repeat i=i+1; writelni; until i=4; Readln; end. Menarik Kesimpulan Jadi kapan kita menggunakan perulangan for, repeat, mupun while? Saya akan memberi acuannya saja. Jadi anda dapat memilih salah satu fungsi diatas berdasarkan kondisi tertentu. Perhatikan aturan mainnya sebagai berikut Gunakan for selama kita mengetahui berapa jumlah peulangan yang diinginkan, misalnya telah ditentukan dari angka 1-100 ataupun dari angka 200-100. Gunakan repeat selama kita tidak tahu berapa banyak perulangan akan terjadi, dan selama kondisi bernilai salah. Gunakan while selama kita tidak tahu berapa banyak perulangan akan terjadi , dan selama kondisi bernilai benar. Jadi yang membedakan repeat dan while hanyalah kondisi mereka. Jika repeat akan berjalan selama kondisi masih tidak terpenuhi FALSE atau salah, sedangkan while akan berjalan selama kondisi masih terpenuhi TRUE atau benar. Jangan lewatkan seri panduan belajar pascal kami. Home TI sebutkan contoh algoritma sekuensial, algoritma perulangan, dan algoritma percabangan dalam kehidupan sehari hari! SEORANG PENGGUNA TELAH BERTANYA 👇 sebutkan contoh algoritma sekuensial, algoritma perulangan, dan algoritma percabangan dalam kehidupan sehari hari! INI JAWABAN TERBAIK 👇 Jawaban yang benar diberikan emirumisbahulhaq jawaban Penjelasan Contoh penerapan algoritma sekuensial dalam kehidupan sehari-hari misalnya seperti memasak air. Dalam memasak air algoritmanya adalah yang pertama mengambil wadah atau panci untuk menampung air terlebih dahulu. Yang kedua mengisi panci atau wadah tersebut dengan air. Yang ketiga meletakkanya diatas kompor dan menutup wadah atau panci tersebut. Terakhir kompor dinyalakan dan tunggu hingga air mendidih. Contoh penerapan algoritma perulangan dalam kehidupan sehari-hari misalnya seperti menyetrika pakaian. Pada menyeterika pakaian algoritmanya adalah yang pertama menyiapkan alas untuk pakaian yang akan di setrika. Yang kedua menyiapkan setrika dan menghubungkan kabelnya ke stop kontak, selanjutnya setrika dinyalakan dan tunggu setrika sampai panas. Ketika setrika sudah panas lakukan penyetrikaan pada tiap sisi pakaian dan jangan lupa berikan pengharum. Jika pakaian tersebut sudah disetrika lipat dan lakukan perulangan langkah yang tadi pada pakaian yang lain. Jika sudah matikan setrika dan lepaskan kabel dari stop kontak. Pada langkah “…lakukan perulangan langkah yang tadi pada pakaian yang lain” merupakan algoritma perulangan. Contoh penerapan algoritma bersyarat dalam kehidupan sehari-hari misalnya seperti mengisi baterai laptop. Ketika mengisi baterai algoritmanya adalah yang pertama hubungkan adaptor atau kabel charger dengan stop kontok. Kedua hubungkan adaptor atau kabel charger dengan laptop. Isi baterai hingga penuh. Jika baterai sudah penuh cabut atau lepaskan adaptor atau kabel charger dari stop kontak. Jawaban yang benar diberikan Pencarian Sebenernya, kalo soal teman elektronik ” sosmed friends” itu ga masalah sih. cuma gini aja, kalo sosmed kita hanya taunya sekedar oh iya dia gini2 tapi belum tentu latar belakang dia kita bisa tau kan? jadi kayak lebih jelas gitu nah kalo berteman di , kan lebih jelas kita tau perilaku dia gimana di , latar belakang dia gimana lagian kalo ada apa2 kan kita bisa minta bantuan sama mereka. kalo temen sosmed kadang bisa kadang ga. tergantung dengan apakah dia online atau offline – kalo menurut aku gitu sih Jawaban yang benar diberikan Pencarian Pilih gambar kamera dibawah ALGORITMA TUGAS 2 RESUME ALGORITMA PERCABANGAN DAN ALGORITMA PERULANGAN Disusun Oleh Sakina Mawardah Teknik Informatika Dosen Asep M. Yusuf, UNIVERSITAS NASIONAL PASIM DAFTAR ISI A. Algoritma Percabangan........................................................................................... 1 1. Pengertian Algoritma Percabangan .................................................................. 1 2. Ekspresi Boolean ............................................................................................... 1 3. Algoritma Teks dan Flowchart Percabangan .................................................... 3 4. Percabangan Tersarang .................................................................................... 6 5. Menggunakan Operator Boolean ..................................................................... 8 6. Percabangan 3 Kondisi atau Lebih .................................................................... 10 B. Algoritma Perulangan ............................................................................................. 12 1. Pengertian Algoritma Perulangan..................................................................... 12 2. Perulangan For – Do.......................................................................................... 14 3. Perulangan While – Do ..................................................................................... 17 4. Perulangan Repeat – Until ................................................................................ 19 A. ALGORITMA PERCABANGAN 1. Pengertian Algoritma Percabangan Pada algoritma runtunan telah kita lihat bahwa setiap pernyataan selalu dilakukan bila telah sampai gilirannya. Namun demikian ada kalanya suatu pernyataan atau perintah hanya bisa dilakukan bila memenuhi suatu kondisi atau persyaratan tertentu. Algoritma ini kita sebut dengan algoritma seleksi kondisi atau juga percabangan. Contoh. Misalnya kita ingin menentukan apakah suatu bilangan merupakan bilangan genap atau ganjil. Algoritmanya dapat kita jabarkan 1. Mulai 2. Masukkan satu bilangan X 3. jika X habis dibagi dua maka lanjut ke 4. Jika tidak lanjut ke 5 4. tulis X bilangan genap’. Lanjut ke 6. 5. tulis X bilangan ganjil’ 6. Selesai Perhatikan bahwa ada dua kemungkinan perintah yang akan dikerjakan setelah perintah ke-3 dikerjakan. Jika X habis dibagi dua maka selanjutnya perintah ke-4 yang dikerjakan, kemudian melompat ke 6 perintah 5 tidak dikerjakan. Sebaliknya jika X tidak habis dibagi dua perintah selanjutnya melompat ke-5 perintah 4 tidak dikerjakan dan kemudian berakhir pada perintah ke-6. 2. Ekspresi Boolean Ada dua komponen utama dalam ekspresi percabangan yaitu kondisi dan pernyataan. Kondisi adalah syarat dilakukannya sebuah atau sekelompok pernyataan, sedangkan pernyataan dalam konteks ini adalah perintah yang berkaitan dengan suatu kondisi. Contoh umum pernyataan kondisi-pernyataan 1 1. Jika hari hujan, maka saya tidak jadi keluar rumah kondisi 2. pernyataan Jika nilai ujian lebih besar atau sama dengan 60, maka ujian dinyatakan lulus kondisi 1 pernyataan 1 Jika nilai ujian kurang dari 60, maka ujian dinyatakan gagal kondisi 2 pernyataan 2 Sebagaimana contoh sebelumnya dapat dilihat bahwa adakalanya suatu perintah dilakukan jika kondisi yang mempersyaratkannya telah jelas nilai benar salahnya. Dalam hal pemrograman kondisi tersebut harus bisa dinyatakan dalam suatu ekspresi boolean. Ekspresi boolean adalah ekspresi yang hasil ekspresinya bernilai boolean true atau false. Ekspresi Boolean dapat diperoleh dengan menggunakan dua jenis operasi 1. Operasi Boolean. Operasi boolean adalah operasi yang menggunakan operator boolean seperti and, or, not, xor. Contoh operasi relasional 1. z1  x and y 2. z2  a=2 or b=10 3. z3  notx 4. z4  p+2=4 xor q=0 2 2. Operasi Relasional Operasi Perbandingan Operasi relasional adalah operasi yang membandingkan dua buah operan dengan menggunakan operator perbandingan ingat, operator perbandingan =, , , ≥. Contoh operasi relasional 1. z1  x > y 2. z2  a 10 3. z3  x + y = 17 4. z4  p div q B then write A Ekspresi di atas menunjukkan bahwa perintah menulis / menampilkan A dikerjakan hanya jika kondisi A>B bernilai benar. Jika yang terjadi adalah sebaliknya, tidak ada pernyataan yang dilakukan atau proses langsung keluar dari percabangan endif. Secara flowchart ekspresi itu dapat ditulis seperti berikut. A>B? t y WriteA Perhatikan bahwa pada kotak belah ketupat memiliki dua cabang arus data, yang satu untuk kondisi bernilai benar y, artinya ya, sedang yang lain untuk kondisi bernilai salah t, artinya tidak. Jika kondisi bernilai benar y maka perintah yang dikerjakan adalah writeA. Jika kondisi salah t maka arus data langsung menuju ke bawah tanpa mengerjakan pernyataan apapun. - Dua kondisi if-then-else artinya ada dua kondisi yang menjadi syarat untuk dikerjakannya dua jenis pernyataan. Bentuk umum percabangan dengan dua kondisi if then pernyataan1 else pernyataan2 4 Jika bernilai benar maka pernyataan1 dikerjakan. Sedangkan jika tidak bernilai salah, maka pernyataan yang dikerjakan adalah pernyataan2. Berbeda dengan percabangan satu kondisi, pada percabangan dua kondisi ada dua pernyataan untuk dua keadaan kondisi, yaitu untuk yang bernilai benar dan yang bernilai salah. Contoh algoritma percabangan dua kondisi if A>B then write A else write B Ekspresi di atas sedikit berbeda dengan sebelumnya. Perintah menulis/menampilkan A dikerjakan hanya jika kondisi A>B bernilai benar, sedangkan jika yang terjadi adalah sebaliknya maka pernyataan yang dilakukan adalah menulis B. Secara flowchart pernyataan di atas dapat ditulis sebagai berikut. A>B? Write B Write A 5 Berikut ini adalah beberapa contoh lainnya. a. If x > 0 then ket  bilangan positif’ b. if m = n i  m*n writei c. if bil>=0 then ket  bilangan positif’ else ket  bilangan negatif’ d. if m = n then i  m*n j  m-n else i  m/n j  m+n writei,j 4. Percabangan Tersarang Percabangan tersarang adalah percabangan di dalam percabangan. Banyak sekali bentuknya, namun salah satu contohnya adalah sebagai berikut. If then if then Pernyataan1 else Pernyataan2 else If else Pernyataan3 6 Pernyataan4 Misalnya, buatlah algoritma untuk menentukan apakah suatu bilangan merupakan bilangan kelipatan 2 saja, atau kelipatan 5 saja, atau kelipatan 2 dan 5, atau bukan kelipatan 2 dan 5. Bilangan yang dimaksud merupakan input algorritma. t Kondisi1 y Kondisi3 Pernyataan4 Kondisi2 Pernyataan3 Pernyataan2 Pernyataan1 Algoritma Kelipatan2 Kelipatan5 Deklarasi Bil integer Ket string Deskripsi read bil if bil mod 2 = 0 then if bil mod 5 = 0 then Ket  Kelipatan 2 dan Kelipatan 5’ 7 else else Ket  Kelipatan 2 tapi Bukan Kelipatan 5’ if bil mod 5 = 0 then Ket  Bukan Kelipatan 2 tapi Kelipatan 5’ else WriteKet Ket  Bukan Kelipatan 2 atau 5’ 5. Menggunakan Operator Boolean Kita dapat menyederhanakan persoalan percabangan dengan menggunanakan operator boolean and, or, not, dan xor untuk ekspresi boolean yang lebih dari satu. Misalnya, sebuah univeritas memberlakukan yudisium cumlaude untuk mahasiswa yang lulus dengan IPK lebih besar sama dengan dan masa kuliah tidak lebih dari 4 tahun. Bagaimana algoritma penentuan yudisiumnya? Input IPK dan masa kuliah Algoritma yudisium1 Deklarasi IPK, MK real Ket string Deskripsi Read IPK,MK If IPK>= and MK= and MK = and MK= then if MK<=4 then Ket  cum laude’ else Ket  tidak cumlaude’ else Ket  Tidak cumlaude’ write Ket 9 Di sini terlihat algoritmanya menjadi sedikit rumit. Kerumitan bertambah karena kita harus membuat percabangan dalam percabangan percabangan tersarang. Selain itu penulisan Ket’Tidak cumlaude’ harus ditulis dua kali agar tujuan algoritma dapat dicapai. Dengan demikian penggunaan operator logika dalam hal ini jelas menyederhanakan algoritma di atas. 6. Percabangan Tiga Kondisi Atau Lebih Percabangan dengan tiga kondisi atau lebih adalah bentuk pengembangan dari dua bentuk percabangan percabangan yang telah kita bahas sebelumnya. Akan ada banyak sekali variasinya tetapi secara umum ekspresi percabangannya dapat kita tuliskan sebagai berikut. If then Pernyataan1 else if then Pernyataan2 ... else if then Pernyataann else Pernyataann Mula-mula dicek nilai kebenarannya. Jika benar, maka dikerjakan pernyataan1. Jika salah, maka dicek nilai kebenaran . Jika benar, maka dikerjakan pernyataan2. Jika tidak algoritma akan mengecek ke kondisi berikutnya dengan cara yang sama dengan yang sebelumnya. Terakhir, jika semua kondisi bernilai salah, maka pernyataan yang dikerjakan adalah Pernyataann+1. Bentuk flowchartnya dapat dilihat di bawah ini. 10? y aksi1 t y aksi2 t aksin+1<-0 Pada algoritma di atas pernyataan1 akan dikerjakan jika bernilai benar, jika tidak pemeriksan dilanjutkan ke . Jika bernilai benar maka pernyataan2 dikerjakan. Jika tidak, pemeriksaan dilanjutkan pada kondisi-kondisi berikutnya. Pemeriksaan ini terus terhadap semua kondisi yang ada. Jika tidak ada kondisi yang benar maka pernyataan yang dikerjakan adalah pernyataann+1. 11 B. ALGORITMA PENGULANGAN 1. Algoritma Perulangan Ada kalanya untuk menyelesaikan suatu masalah, satu atau beberapa perintah harus dikerjakan beberapa kali. Misalnya anda hendak menampilkan tulisan algoritma sebanyak tiga kali. Maka algoritmanya dapat ditulis 1. Mulai 2. Tulis Algoritma’ 3. Tulis Algoritma’ 4. Tulis Algoritma’ 5. Selesai Sehingga diperoleh keluaran Algoritma Algoritma Algoritma Contoh lain. Anda hendak menghitung suatu bilangan dipangkatkan tiga. Maka algoritmanya dapat dituliskan 1. Mulai 2. Masukkan bilangan X 3. Set nilai Y=1 4. Kalikan X dengan Y, simpan sebagai Y 5. Kalikan X dengan Y, simpan sebagai Y 6. Kalikan X dengan Y, simpan sebagai Y 7. Tulis Y 8. Selesai 12 Atau dalam algoritma standar ditulis Deskripsi ReadX Y1 YX*Y YX*Y YX*Y WriteY Jika input algoritma X adalah 2, maka dengan tabel penyimpanan data Perintah X ReadX 2 Y Y1 1 YX*Y 4 YX*Y 8 YX*Y 16 WriteY Ouput 16 Output yang dihasilkan adalah 16 Cara ini memang dapat menyelesaikan permasalahan tersebut di atas, tapi sangat tidak efisien dalam penulisannya. Bayangkan kalau pengulangannya dilakukan sebanyak 1000 kali, maka kita harus menulisnya sebanyak seribu kali pula. Tentunya akan sangat merepotkan. Untuk itu kita perlu mengenal satu lagi algoritma dasar yaitu algoritma pengulangan. Dengan algoritma ini kita cukup menuliskan perintahnya sekali untuk pengulangan berapapun banyaknya. 13 Bila mengacu pada bahasa pemrograman Pascal, terdapat tiga ekspresi algoritma untuk pengulangan 1. for-do 2. while-do 3. repeat-until Namun demikian, ketiganya memiliki komponen-komponen pengulangan yang sama yaitu - Kondisi pengulangan Setiap aksi atau kumpulan aksi dikerjakan jika memenuhi kondisi tertentu. Selama kondisi terpenuhi aksi akan terus dikerjakan - Badan pengulangan bagian aksi yang diulang - Nilai awal atau inisialisasi Pemberian nilai satu atau beberapa variabel sebelum pengulangan dilakukan. 2. Pengulangan For-Do Ada 2 macam pengulangan for-do, yaitu for-do menaik dan for-do menurun. Berikut ini adalah bentuk umumnya. For-do menaik For varnilai_awal to nilai_akhir do pernyataan Flowchart for-do menaik Var  ni...nf pernyataan For-do menurun For variabelnilai_awal downto nilai_akhir do Pernyataan 14 Flowchart for-do menurun Var = ni...nf pernyataan Kondisi pengulangan for secara tersirat dapat dilihat pada ni nilai_awal dan nf nilai_akhir; Nilai yang terkandung pada var mula-mula sama dengan nilai_awal, kemudian bertambah berkurang sebanyak satu, kemudian berhenti setelah var lebih besar lebih kecil nilai_akhir. Karakteristik pengulangan for-do - Aksi mula-mula dilakukan saat var=nilai_awal dan terakhir saat var=nilai_akhir. - Var, nilai_awal dan nilai_akhir bertipe bilangan bulat integer - Setiap selesai satu kali pengulangan var berubah +1 for-do menaik atau –1 for-do menurun. - Pengulangan paling sedikit dilakukan sekali, banyaknya pengulangan adalah selisih nilai_awal dan nilai_akhir ditambah 1 Contoh var  3…1 for i1 to 3 do WriteHalo’ Write Halo’ Pada perintah di atas, mula-mula i diberi nilai 1. Kemudian perintah writeHalo’ dikerjakan. Setelah itu i bertambah satu sehingga menjadi 2, dilanjutkan dengan perintah writeHalo’. Proses yang sama diulang lagi hingga i bernilai tiga, perintah write’Halo’ dikerjakan. Setelah itu proses pengulangan berhenti di situ. 15 Dengan demikian outputnya dapat kita nyatakan seperti berikut Halo Halo Halo Kita dapat membuat output yang sama seperti di atas dengan for-do menurun. for i3 downto 1 do WriteHalo’ var  3…1 Write Halo’ Perbedaannya, pada for-do menaik i berubah dari 1 sebanyak +1 dan berhenti setelah lebih dari 3, sedangkan pada for-do menurun, i berubah dari 3 sebanyak –1 hingga akhirnya berhenti saat i kurang dari 1. Coba tentukan bentuk dari algoritma di atas. 16 3. Perulangan While-Do Secara umum algoritma while adalah while do begin pernyataan end sedangkan bentuk flowchartnya t? y loop Aksi Teks algoritma dan flowchart di atas menunjukkan bahwa ada pengecekan kondisi dulu sebelum aksi berikutnya dilakukan. Aksi di bawah kondisi dikerjakan jika kondisinya atau lebih tepatnya nilai boolean kondisi bernilai benar. Jika kondisi bernilai salah maka proses akan melompat’ atau mengerjakan aksi yang berada di luar loop. Contoh soal. Buat algoritma menampilkan deret 2, 4, 6, …, N. N adalah masukan berupa bilangan genap. Algoritma deret Deklarasi N,x integer Deskripsi readN 17 x2 while x<=N do Writex xx+2 begin read N x<-2 t x<=N y write x x<-x+2 End Mula-mula inputkan nilai N, kemudian x diberi nilai 2 proses inisialisasi. Setelah itu x dibandingkan dengan N, jika pernyataan x<=N bernilai benar maka x ditampilkan, lalu x ditambah 2 dan menghasilkan x baru. Setelah itu arus data kembali ke atas untuk menguji apakah pernyataan x<=N bernilai benar. Jika iya, maka proses yang sama dengan sebelumnya dilakukan kembali. Demikian seterusnya hingga pernyataan x<=N bernilai salah. 18 Untuk input N = 8, tabel penyimpanan datanya dapat kita nyatakan sebagai berikut. Perintah Kondisi x ReadN N Output 8 x2 2 Blok pengulangan x<=N Writex / xx+2 output true 2 4 true 4 6 true 6 8 true 8 10 false Jika N adalah 10 maka output algoritma deret 2, 4, 6, 8 4. Perulangan Repeat-Until Secara umum algoritma repeat-until adalah repeat aksi until 19 sedangkan bentuk flowchartnya Aksi loop t y Secara umum teks dan flowchart di atas berarti bahwa aksi tidak dikerjakan lagi jika kondisi bernilai benar. Algoritma while-do dengan repeat-until sebenarnya hampir sama, perbedaannya hanya terletak pada penempatan kondisinya. Pada while-do pengecekan kondisi diletakkan di awal loop, sedangkan pada repeat-until pengecekan kondisi dilakukan di akhir loop. Itu sebabnya pada algoritma while-do aksi bisa jadi tidak dilakukan sama sekali jika sejak awal kondisinya sudah bernilai salah. Sedangkan pada pada repeat-until aksi sekurangkurangnya dilakukan sebanyak satu kali. Perhatikan flowchart 20