Bertasarkanbuku " Pedoman Pemilik pada bagian Bab 4 "Pengendaraan", sub bab 4-2 "Prosedur Pengendaraan", pada bagian "Transmisi Otomatis", halam 176. Tertuliskan bahwa. Posisi Tuas transmissi pada "S"berfungsi untuk Pengendaraan mode S** ** Memilih rentang pergeseran menggunakan mode S yang membatasi batas atas dari kemungkinan rentang gear, mengontrol 2 Sulit Untuk Gigi Mundur. Penyebab mobil matic tidak bisa mundur seringkali dikarenakan adanya kerusakan pada sistem transmisi otomatis mobil, khususnya pada bagian mekanis.Hal ini juga bisa disebabkan karena kerusakan gigi tuas mundur. Jika kondisi sistem transmisi sudah cukup parah, maka tentu saja gejala yang dirasakan pengemudi semakin besar. Adapunfungsi dari Gardan pada mobil: Merubah arah putaran mesin mobil. Memperbesar momen. Membedakan putaran roda kiri dan kanan saat belok. Selain itu gardan terbagi atas dua type: Final Gear. Yang terdiri dari drive pinion dan ring gear serta berfungsi untuk memperbesar momen dan mengubah arah putaran sebesar 90'. Putaranyang sama akan membuat proses perpindahan gigi menjadi lebih mudah dan halus. Ketika synchromesh ring ini mengalami aus, maka proses untuk menyamakan kecepatan antara masing-masing roda gigi akan semakin sulit dan menjadi penyebab transmisi macet pada salah satu gigi. Disarankan untuk mengecek bagian kolong mobil melakukan TransmisiCase atau Input Transmisi ini merupakan salah satu komponen transmisi manual yang nantinya bertugas untuk menerima output yang di hasilkan dari unit kopling. Dengan kata lain, komponen yang satu ini merupakan salah satu bagian dalam transmisi manual sebagai tempat berdiamnya seluruh komponen transmisi. Materialsasis memiliki syarat utama, yaitu materialnya harus kuat untuk bisa menopang beban kendaraan. Sasis Backbone. Sasis backbone merupakan sasis yang bentuknya mirip dengan tulang rangka utama tunggal. Posisinya akan melintang sepanjang bagian tengah mobil sehingga membuat bagian depan dan belakang mobil terhubung. Shiftingkey Shifting key atau batang pengunci synchronmesh berfungsi untuk mencegah terjadinya perpindahan gigi sebelum putaran antara gigi kecepatan dan clutch hub sama. Shifting key terletak pada alur clutch hub dan pada kedua ujung shifting key ini masuk ke dalam celah synchronizer ring. Spring key JawabanTTS Sistem kami menemukan 25 jawaban utk pertanyaan TTS bagian kendaraan untuk mengatur gigi . Kami mengumpulkan soal dan jawaban dari TTS (Teka Teki Silang) populer yang biasa muncul di koran Kompas, Jawa Pos, koran Tempo, dll. Kami memiliki database lebih dari 122 ribu. Bagianini memiliki tugas khusus untuk meningkatkan momen penggerak roda. Ia juga bertugas merubah kecepatan pada kendaraan. Fungsinya dapat jelas terlihat ketika perpindahan gigi. Rangka. Rangka sendiri memiliki tugas sebagai tempat untuk semua bagian kendaraan mulai dari mesin, sistem kelistrikan, unit pengendalian, cover body dan lainnya. Ia Jikaperpindahan gigi terletak di tengah, artinya mobil dalam posisi netral. Jadi, kamu bisa dengan mudah memindahkan tuas gigi ke depan dan ke belakang. Mulai Menyalakan Mobil Setelah paham tuas gigi manual, Pins sudah bisa mulai menyalakan mobil nih. Pertama-tama, injak kopling dengan kaki kiri kamu. z1JwS. Sesuai dengan namanya, transmisi gearbox menggunakan serangkaian roda gigi yang diatur sedemikian rupa sehingga dapat mentransmisikan putaran mesin pada berbagai rasio percepatan. Berbagai desain gearbox manual motor dan mobil telah dikembangkan. Ada 4-percepatan, 5-percepatan, 6-percepatan, dan lain sebagainya. Pemindahan percepatan pada transmisi gearbox manual dilakukan oleh pengendara kendaraan secara manual. Transmisi gearbox manual memiliki karakteristik pemilihan rasio percepatan yang dipilih dengan jalan “mengunci” posisi roda gigi pada poros output. Pada saat pemindahan rasio dari posisi gigi satu ke yang lainnya, diperlukan komponen lain yaitu kopling yang melepas sementara putaran mesin penggerak ke poros penggerak. Prinsip Kerja Transmisi Gearbox Sistem transmisi gearbox manual masih dibagi ke dalam beberapa tipe berdasarkan prinsip kerjanya. Berikut diantaranya Transmisi Gearbox Sekuensial. Perpindahan rasio kecepatan pada sistem transmisi sekuensial terjadi secara berurutan. Sistem ini diadaptasi oleh sepeda-sepeda motor. Pada sepeda motor 4-percepatan misalnya, pemindahan rasionya harus selalu berurutan dari N-1-2-3- dan 4. Dari posisi 1 tidak bisa melompat ke posisi 3, dari 4 tidak bisa lompat ke posisi 2. Transmisi Manual Sepeda Motor Tuas persneling sepeda motor bekerja dengan sistem roda gigi searah, yang mengkonversikan gerakan dorongan ke depan dan ke belakang menjadi gerakan berputar. Gerakan putar tersebut menggerakkan sebuah barel selektor yang terdapat tiga atau empat tuas terpasang di sekitar barel tersebut. Tuas barel bergerak berdasarkan posisi putar dari barel. Tuas inilah yang menggerakkan posisi roda gigi sehingga didapatkan putaran keluar poros yang diinginkan. Transmisi Gearbox non-Sekuensial. Transmisi jenis ini memungkinkan kita untuk memindahkan posisi roda gigi secara acak atau tidak berurutan. Sistem ini umum diadopsi oleh mobil, truk, dan kendaraan lainnya. Sistem ini memungkinkan kita untuk memilih posisi gigi langsung ke 2 tanpa harus melewati posisi gigi 1. Animasi Transmisi Gearbox non-Sekuensial Transmisi Gearbox Tanpa Sinkronisasi. Desain sistem transmisi gearbox untuk pertama kali diperkenalkan oleh Louis-René Panhard dan Emile Levassor pada akhir abad ke-19. Mereka sudah mengembangkan sistem transmisi gearbox dengan beberapa roda gigi yang multi-rasio. Pemindahan gigi harus dilakukan pada saat kecepatan putar roda gigi penggerak sama dengan kecepatan putaran roda gigi yang digerakkan. Hal ini dilakukan dengan jalan mengatur besar tekanan pedal akselerasi mesin pedal gas sehingga didapatkan RPM yang tepat saat memindah gigi tersebut. Jika RPM tidak tepat, roda gigi tidak akan ter-engage di posisi yang diinginkan. Sekalipun kendaraan bermotor saat ini sudah umum menggunakan sistem transmisi synchronized, namun sistem transmisi non-synchronized masih banyak digunakan. Sistem ini biasa digunakan pada mesin truk-truk besar, sepeda motor balap, dan juga mobil-mobil balap. Tidak digunakannya sistem transmisi synchronized pada kendaraan-kendaraan balap adalah karena adanya sistem kopling yang lebih rentan terhadap keausan daripada roda gigi yang ada. Alasan lainnya adalah karena secara mekanis desain transmisi non-sinkronisasi lebih stabil reliable dan lebih murah. Selain itu pemindahan antar gigi pada sistem non-sinkronisasi lebih cepat dibandingkan pada sistem synchronized, yang menjadi satu poin penting pada setiap balap motor maupun mobil. Transmisi Gearbox Dengan Sinkronisasi. Gearbox dengan sinkronisasi terdiri atas dua poros utama yang keduanya terdapat roda gigi-roda gigi yang saling bertemu, sehingga roda gigi penggerak selalu menggerakkan roda gigi yang digerakkan. Namun roda gigi yang digerakkan dapat berputar bebas, atau terkunci dengan porosnya sehingga poros ikut berputar. Sistem pengunci roda gigi mengatur roda gigi mana yang akan digunakan sesuai dengan tuas pemindah yang mengaturnya. Pada sistem ini digunakan sistem kopling yang dapat mengatur putaran poros, sehingga pada saat pemindahan roda gigi dapat berjalan halus. Transmisi Gearbox Pre-Selektor. Sesuai dengan namanya, pengendara kendaraan dengan sistem transmisi pre-selektor menentukan rasio roda gigi yang akan digunakan sebelum proses perpindahan gigi pada sistem gearbox terjadi. Sistem transmisi gearbox selanjutnya yang akan kita bahas adalah sistem transmisi gearbox otomatis. Perpindahan antar rasio roda gigi pada sistem gearbox ini terjadi secara otomatis tanpa proses inisiasi dari pengendara. Pengendara cukup memilih transmisi D Drive untuk maju, R Reverse untuk mundur, P Parking untuk posisi parkir, dan N untuk posisi netral. Sekali saja pengendara memilih transmisi D, maka sistem transmisi akan secara otomatis memindah transmisinya ke berbagai rasio sesuai dengan kecepatan kendaraan dan medan yang dihadapi. Saat ini perkembangan teknologi otomatisasi sistem transmisi gearbox sangat maju pesat. Hampir seluruh pabrikan merk mobil ternama mengembangkan teknologi sistem transmisi otomatis dengan teknologi yang berbeda-beda dan telah menjadi trademark masing-masing pabrikan tersebut. Menurut pendapat saya, sangat perlu bagi kita untuk mempelajari perkembangan teknologi ini. Karena hanya ada satu cara untuk memajukan dunia teknologi di Indonesia, yakni dengan BELAJAR dari kemajuan bangsa lain. Sistem Transmisi Hidrolik Otomatis Sebelum saya sebutkan dan jelaskan mengenai macam-macam teknologi sistem transmisi otomatis yang telah dikembangkan oleh berbagai merk mobil, saya akan menjelaskan satu teknologi dasar sistem transmisi gearbox otomatis yaitu sistem transmisi hidrolik otomatis. Sistem transmisi hidrolik adalah pengembangan dari sistem hidrolis berupa fluid coupling yang digabungkan dengan penggunaan sistem transmisi roda gigi di dalamnya. Komponen-komponen utama pada sistem transmisi hidrolis otomatis adalah sebagai berikut Torsi Konverter Torque Converter. Torsi konverter merupakan pengembangan dari kopling hidrolik fluid coupling baca artikel berikut yang berfungsi untuk menghubungkan antara poros penggerak dari mesin dengan poros sistem transmisi gearbox otomatis. Torsi konverter menggantikan fungsi kopling gesek pada sistem transmisi manual. Hal ini bertujuan agar mesin penggerak dapat selalu bekerja sekalipun kendaraan dalam kondisi diam. Berbeda dengan fluid coupling, karakteristik torsi konverter adalah dapat meningkatkan torsi putaran pada saat kecepatan putaran poros penggerak berbeda dengan kecepatan putaran poros transmisi. Hal ini disebabkan karena adanya satu komponen berupa sudu stator yang terletak di tengah-tengah antara pompa dan turbin hidrolis. Pompa Hidrolis. Sebuah sistem transmisi hidrolis otomatis pasti membutuhkan pompa hidrolis berjenis pompa roda gigi yang dipasang pada poros di tengah-tengah antara torsi konverter dan sistem roda gigi. Pompa ini berfungsi untuk membangkitkan tekanan pada oli hidrolis yang selanjutnya digunakan untuk komponen-komponen sistem yang lain. Sumber penggerak dan pembangkit tekanan dari pompa ini adalah torsi konverter, sehingga semakin cepat putaran mesin maka akan semakin cepat pula debit aliran oli hidrolis yang dialirkan. Sedangkan tekanan yang dibangkitkan, juga tergantung dari kondisi beban medan jalan yang dihadapi kendaraan. Jika medan yang dihadapi berat, maka tekanan oli hidrolis juga akan tinggi. Konsep ini yang nantinya digunakan pada saat pemilihan rasio roda gigi transmisi secara otomatis. Sistem Planetary Gear. Komponen paling utama pada sistem transmisi otomatis adalah sebuah rangkaian sistem roda gigi planet. Sistem gearbox ini terdiri dari tiga bagian roda gigi yaitu roda gigi matahari, roda gigi planet, dan roda gigi luar. Hanya dengan mengatur konfigurasi distribusi putaran pada roda gigi sistem gearbox ini, kita akan mendapatkan 4 macam variasi sistem transmisi yaitu 3 transmisi maju putaran searah dan 1 transmisi mundur putaran terbalik. Tiga komponen roda gigi planet tersebut, masing-masing dapat menjadi roda gigi penggerak, roda gigi yang digerakkan, atau roda gigi yang diam. Penentuan konfigurasi roda gigi tersebut akan menghasilkan perbandingan rasio yang beragam. Perhatikan jika kita tentukan jumlah gigi pada roda gigi luar adalah 72, dan roda gigi matahari adalah 30, maka akan kita dapatkan beberapa macam rasio gearbox dengan mengatur konfigurasi roda gigi tersebut. Perhatikan tabel berikut ini. Sebagai tambahan, jika ada dua dari tiga roda gigi berada pada posisi lock-stationer diam-terkunci, maka akan didapatkan rasio roda gigi 11. Sehingga secara keseluruhan terdapat 4 rasio roda gigi yang berbeda hanya dengan satu sistem roda gigi planetary ini, yaitu 3,41 maju, 11 maju, 0,711 maju-overdrive, serta -2,41 mundur. Sistem Kontrol Hidrolis. Sistem transmisi otomatis membutuhkan sebuah sistem kontrol otomatis untuk mengatur perpindahan roda gigi pada planetary gear. Sistem kontrol ini berfungsi untuk mengatur locking dan unlocking roda gigi planetary terhadap poros penggerak atau poros yang digerakkan. Tiap-tiap roda gigi pada sistem planetary gear harus dapat ter-coupling atau juga ter-uncoupling lepas dari poros penggerak ataupun poros yang digerakkan. Spoiler for Sistem Kontrol Hidrolis Pada Transmisi Otomatis Mitsubis*i P*jero th. 2001 Sebuah sistem kontrol hidrolis transmisi otomatis memiliki komponen-komponen berupa kopling gesek clutch, pita baja bands, piston hidrolis, spring-loaded valve, sensor beban mesin, dan shift valve. Berikut adalah fungsi dari masing-masing komponen tersebut Kopling gesek menjadi penghubung antara poros penggerak maupun poros yang digerakkan dengan roda gigi-roda gigi planetary gear. Kopling gesek ini didesain secara kompleks sehingga masing-masing roda gigi dapat terhubung dengan poros yang digerakkan maupun poros penggerak. Salah satu kopling pada transmisi otomatis Satu sistem transmisi otomatis yang menggunakan planetary gear menggunakan 4 kopling gesek untuk mengatur kinerja roda gigi-roda gigi-nya. Satu kopling gesek diaktuasi oleh piston yang dilengkapi dengan pegas. Piston ini bekerja berdasarkan tekanan oli hidrolis, jika tekanan cukup maka piston akan teraktuasi, dan jika tekanan rendah maka piston akan kembali ke posisi awal dengan bantuan pegas di dalamnya. Pita baja bands berfungsi untuk mengunci roda gigi planetary gear pada posisi stasioner diam. Seperti halnya kopling, pita baja ini diaktuasi oleh piston yang juga bekerja berdasarkan tekanan oli hidrolis yang di-supply padanya. Jika piston teraktuasi, maka pita baja yang terletak melingkari roda gigi akan mengunci roda gigi tersebut dan menghubungkannya dengan bodi sistem transmisi sehingga roda gigi berada pada posisi stasioner. Pita Baja Transmisi Otomatis Spring-loaded valve berfungsi sebagai sensor kecepatan putaran poros output yang terhubung dengan roda penggerak. Semakin cepat putaran poros, maka akan semakin besar bukaan valve ini sehingga supply tekanan oli hidrolis kepada sistem semakin besar. Jika putaran poros semakin pelan, maka valve akan semakin menutup yang dibantu dengan pegas yang ada di dalamnya. Spring-loaded valve terletak di dalam governor Sistem transmisi otomatis harus mengetahui seberapa berat mesin bekerja, agar perpindahan rasio transmisi bisa sesuai dengan beban mesin yang dihadapi. Sehingga digunakanlah sensor beban mesin sebagai satu komponen utamanya. Sensor ini dapat menggunakan dua cara, cara yang pertama adalah dengan menggunakan kabel yang terhubung antara posisi pedal gas dengan sistem transmisi. Jika pedal gas semakin dalam ditekan, maka tekanan pada kabel juga meningkat. Cara yang kedua adalah dengan menggunakan modulator vakum, dengan menghubungkan intake manifold dengan sistem transmisi shift valve. Semakin besar beban mesin, maka modulator vakum akan membaca kondisi sistem semakin vakum. Shift valve adalah sebuah komponen yang bertugas untuk mengatur supply oli hidrolis yang akan menuju piston aktuator pada kopling dan pita baja. Tiap-tiap perpindahan rasio transmisi dibutuhkan satu shift valve, untuk rasio 1 dan 2 misalnya dibutuhkan satu shift valve, begitu pula dengan perpindahan rasio yang lain 2-3; 3-4. Tiap-tiap shift valve memiliki tekanan kerja yang berbeda-beda, semakin tinggi posisi shift valve, maka akan semakin tinggi tekanan kerja hidrolisnya. Sehingga perpindahan rasio transmisi tergantung tekanan kerja hidrolis yang diatur oleh spring-loaded valve sesuai dengan kecepatan putaran poros roda, yang selanjutnya akan mengaktuasi shift valve pada titik tekanan tertentu. Sistem Shift Valve Shift valve dan sensor beban mesin bekerja secara berlawanan. Tujuannya adalah jika beban mesin tinggi, maka shift valve tidak akan terlalu buru2 untuk berpindah ke rasio selanjutnya sampai tekanan kerja yang sesuai dengan spesifikasinya terpenuhi. Bagi Anda yang tengah memulai belajar mobil, tentu perlu mengenal transmisi dari jenis-jenis mobil. Transmisi mobil sendiri dibedakan menjadi dua yaitu transmisi mobil matic dan transmisi mobil manual. Cara perpindahan gigi mobil manual yang halus dan otomatis pun Anda ingin lebih mudah dalam mengendarai mobil, maka perlu belajar menggunakan mobil dengan gigi manual terlebih dahulu sebelum menggunakan mobil dengan gigi matic. Jadi, apa sebenarnya gigi mobil manual itu? Gigi mobil manual adalah fitur yang terdapat pada mobil untuk mengatur tingkat kecepatan mobil sendiri digunakan untuk mengatur percepatan dari mobil dan mengatur kecepatan laju Anda dengan menambahkan gigi ataupun memperlambat laju dengan mengurangi gigi. Gigi mobil manual tersebut mengharuskan Anda melakukan perpindahan gigi secara manual ketika akan mengurangi atau menambahkan kecepatan laju mobil. Ketika menggunakan mobil dengan transmisi gigi manual, Anda perlu mengatur sendiri tingkat kecepatan kendaraan dengan mengubah gigi Cara Perpindahan Gigi Mobil Manual yang HalusWalaupun mungkin terlihat sepele, tetapi dalam memindah gigi mobil manual perlu trik tersendiri agar perpindahan gigi mobil halus. Selain membuat mobil tersendat, kesalahan dalam memindah gigi mobil juga akan berisiko merusak komponen mesin mobil. Berikut ini urutan cara perpindahan gigi mobil manual yang halus- Pastikan Kondisi Sekitar AmanKetika ingin memindahkan gigi mobil manual atau ingin menambah maupun mengurangi gigi, Anda perlu memperhatikan terlebih dahulu jalanan dan sekitar. Anda perlu menghindari memindah gigi mobil manual ketika sedang berada di tempat-tempat atau kondisi jalanan yang rawan seperti ketika Anda sedang berada di kondisi jalanan yang rawan, tentu akan sangat membutuhkan kedua tangan untuk mengemudi dengan aman. Ketika dirasa kondisi jalanan sudah aman, maka Anda dapat mengganti atau memindah gigi mobil Lepaskan Pedal Gas Lalu Injak Pedal KoplingSetelah kondisi dirasa aman, maka Anda dapat mengubah gigi mobil dengan melepas terlebih dahulu pedal gas sebelum menginjak pedal kopling. Lepaskan pedal gas dengan perlahan, dan injak pedal kopling dengan perlahan juga tanpa menggunakan kekuatan. Untuk memindahkan gigi mobil manual secara halus, Anda tidak perlu tergesa-gesa dan menekan pedal kopling secara kuat. Anda hanya perlu menginjak pedal sedikit demi sedikit agar mobil tidak tersendat. Namun perlu diperhatikan bahwa Anda tetap harus melakukan kedua hal tersebut dalam waktu yang hampir bersamaan atau dalam jarak waktu yang sangat Memindahkan Gigi Mobil Manual dengan Tangan KiriPerlu diperhatikan, setelah Anda berhasil melepas pedal gas dan juga menginjak kopling dengan halus, kemudian dapat menambahkan atau mengurangi gigi sesuai dengan kebutuhan Anda. Pastikan ketika Anda sedang memindah gigi, pandangan tetap harus tertuju ke depan dan jangan mengalihkan pandangan ke tuas persneling mobil. Hal tersebut tentu akan sangat membahayakan Anda ketika Lepas Pedal Kopling dan Injak Pedal Gas KembaliUsai memindahkan posisi gigi mobil sesuai dengan kebutuhan, maka Anda dapat kembali melepaskan pedal kopling sebelum kembali menginjak gas. Seperti sebelum memindah gigi, Anda perlu melakukan kedua hal tersebut dalam waktu yang hampir bersamaan. Pastikan Anda melepaskan pedal kopling juga dengan hati-hati dan juga perlahan agar mobil tidak tersendat. Lalu pastikan pula injak gas dengan perlahan agar mobil tidak melaju Menurunkan Gigi Mobil Manual yang AmanSelain mengetahui cara memindahkan gigi mobil manual dengan aman, Anda juga perlu mengetahui cara menurunkan gigi mobil manual secara aman. Berikut ini cara menurunkan gigi mobil manual secara aman- Menurunkan Kecepatan MobilSebelum menurunkan gigi mobil, Anda perlu menurunkan kecepatan dari mobil. Anda perlu menurunkan kecepatan mobil hingga 70 km/jam sebelum menurunkan gigi mobil. Jangan pernah menurunkan gigi mobil sebelum kecepatan mobil berkurang. Hal tersebut akan membuat mobil tersendat dan membuat komponen pada mobil menjadi cepat Lepaskan Pedal Gas dan Injak Pedal KoplingSeperti saat memindah gigi mobil, Anda perlu melepaskan pedal gas secara perlahan-lahan dan diikuti menginjak pedal kopling secara perlahan pula. Lakukan kedua hal tersebut dalam waktu yang hampir Turunkan Gigi Mobil ManualSudahkah Anda menginjak kopling? Selanjutnya bisa menurunkan gigi mobil sesuai dengan kebutuhan. Perlu diketahui bahwa Anda harus menurunkan transmisi gigi mobil manual secara berurutan. Jika sebelumnya gigi dalam posisi 4, maka Anda harus menurunkan di posisi Lepas Pedal Kopling dan Injak GasSetelah menurunkan posisi gigi mobil, Anda dapat melepas pedal kopling secara perlahan-lahan dan menginjak pedal gas secara perlahan untuk menambahkan laju kecepatan Memindahkan Gigi Mobil Belum TepatDalam mengemudikan mobil dengan transmisi manual, Anda juga perlu memahami betul bagaimana dalam mengoperasikan mobil tersebut khususnya ketika memindahkan gigi mobil. Selama ini, tentu masih banyak pengemudi yang masih salam dalam memindahkan gigi dan mengakibatkan mobil terasa tidak enak ketika melaju atau komponen mesin yang lama-lama akan menjadi rusak. Berikut ini tanda Anda kurang tepat dalam memindah gigi mobil manual- Mobil Tiba-tiba MatiKetika Anda sedang memindahkan gigi mobil dan mobil tiba-tiba mati, maka hal tersebut menandakan bahwa Anda belum tepat dalam memindahkan gigi mobil. Mobil yang tiba-tiba mati ketika gigi dipindahkan yaitu karena belum sesuai dalam melepaskan maupun menginjak pedal gas dan pedal kopling secara Gagal Memasukkan Gigi MobilJika Anda kurang tepat memindahkan gigi mobil manual, maka mobil akan berpotensi tidak bergerak atau berjalan. Biasanya hal tersebut karena Anda gagal dalam memasukkan gigi mobil. Ketika Anda sudah benar dalam memainkan pedal gas dan kopling, namun Anda kurang sesuai dalam memindahkan gigi mobil, maka transmisi gigi mobil tidak berfungsi. Hal tersebut membuat mobil tidak berjalan walaupun sudah menginjak pedal Mobil TersendatHal yang paling sering dialami oleh banyak pengemudi saat kurang tepat dalam memindahkan gigi mobil yaitu mobil akan tersendat. Hal tersebut biasanya dikarenakan Anda masih kurang tepat dalam memainkan pedal gas, pedal kopling, dan juga gigi mobil. Ketika Anda tidak tepat dalam mengubah transmisi gigi mobil, maka mobil otomatis akan tersendat bahkan mobil akan berpotensi mati penting pengetahuan tentang transmisi mobil dalam keselamatan dan kelancaran. Pahami cara perpindahan gigi mobil manual yang halus dan juga cara mengemudikan kendaraan otomatis sebelum berkendara ke tempat tujuan. Bagi kamu yang ingin belajar mengendarai mobil, kamu harus tahu bahwa ada dua jenis transmisi mobil, yaitu mobil bertransmisi matic dan mobil bertransmisi manual. Masing-masing jenis transmisi, gigi mobil manual vs matic ini memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Mobil matic akan sangat nyaman untuk dikendarai pada medan jalanan datar seperti di jalanan perkotaan, sedangkan mobil manual lebih tangguh untuk diandalkan ketika bepergian atau digunakan pada jalanan dengan medan tanjakan, turunan, atau jalanan yang tidak begitu mulus dan rata. Banyak orang berpendapat bahwa ketika belajar mengemudi mobil pertama kali, pilihlah untuk belajar mengemudi mobil dengan menggunakan mobil bertransmisi gigi manual terlebih dahulu. Ketika kamu sudah mahir dalam mengemudikan mobil gigi manual, maka akan lebih mudah bagi kamu untuk menguasai cara mengemudi mobil matic. Hal ini dikarenakan terdapat gigi dan kopling pada mobil manual yang harus dipelajari. Benarkah seperti itu? Dalam artikel ini Qoala akan membahas lengkap mengenai fungsi gigi mobil manual berlaku untuk Avanza atau merek mobil dan tipe apapun, serta cara mengemudinya. Semoga bermanfaat, ya! Cara Mengemudi Mobil Manual Sumber foto Virrage Images via. Shutterstock Bagi sebagian orang, mengemudi mobil manual merupakan hal yang sulit dan tidak semudah mengemudi mobil matic. Hal ini dikarenakan menyetir mobil manual dibutuhkan kepiawaian dalam melakukan perpindahan gigi, tidak seperti mengemudi mobil matic yang dilengkapi dengan sistem penggantian gigi otomatis. Namun, bagi kamu yang ingin belajar cara mengemudi hingga memindahkan gigi mobil manual, jangan putus asa dahulu. Sebab, dengan latihan dan praktik kamu pasti bisa mengemudi mobil manual. Bagaimana caranya? Simak tips-tips di bawah ini, yuk. 1. Kenali Fitur Mobil Gigi Manual Hal pertama yang dapat kamu lakukan untuk belajar cara mengemudi mobil manual adalah dengan mengenali fitur-fitur yang ada di dalam transmisi ini agar kamu tahu fungsi dan kegunaan setiap fitur dalam mengemudi. Fitur-fitur utama dan yang paling penting untuk kamu tahu dan hafalkan fungsinya adalah pedal rem, pedal kopling dan pedal gas. Jangan sampai salah menginjak pedal, apalagi ketiga pedal ini letaknya berdampingan di posisi bawah dekat kaki. Salah menginjak pedal akan berakibat sangat fatal. Namun jangan khawatir, kamu bisa menghafalkannya sungguh-sungguh dan terus melakukan latihan dan praktik agar terbiasa dengan pedal-pedal tersebut. Selain itu, kamu juga harus mengenali tuas perseneling pada gigi mobil, mulai dari gigi 1 hingga gigi 5. Setiap gigi berfungsi untuk mengubah laju kendaraan, termasuk juga fitur R. Apa arti R dalam gigi mobil manual? Arti R pada gigi mobil manual adalah gigi yang berfungsi untuk mundur. Saat baru belajar, tentunya kamu juga perlu mencari cara terbaik untuk menghafal gigi mobil manual pada kendaraan kamu. Tidak hanya mengenal pedal dan posisi persneling mobil manual saja, kamu juga harus mengetahui fitur-fitur lain yang ada pada mobil gigi manual, antara lain seperti tombol lampu sign, klakson, tombol kunci pintu dan jendela, tombol pengaturan wiper dan sebagainya. Selain itu, kamu juga harus tau letak gigi dan bagaimana cara untuk mengubah gigi mobil atau perseneling mobil. Belajar pelan-pelan, kamu pasti akan bisa melakukannya. 2. Atur Posisi Duduk Senyaman Mungkin Ketika belajar mengemudi mobil, hal yang perlu kamu perhatikan adalah posisi duduk yang nyaman. Posisi duduk ini sangat berpengaruh dengan cara kamu mengemudi dan menginjak ketiga pedal di bawah kaki kamu. Jangan duduk terlalu maju ataupun terlalu jauh dari pedal karena posisi duduk yang terlalu jauh dapat menyulitkan kamu dalam menginjak pedal dan berpindah pijakan pedal ketika berkendara. Sedangkan ketika duduk terlalu maju atau dekat akan membuat kamu cepat lelah dalam mengemudi. Untuk itu pastikan duduk dengan posisi senyaman mungkin untuk membuat kamu nyaman dan lancar dalam berkendara. 3. Kenali Semua Posisi Pedal Penting bagi kamu untuk mengenali semua posisi pedal yang ada pada mobil manual, jangan sampai salah menginjak pedal karena akan berakibat fatal. Ada 3 pedal yang harus kamu tahu, yaitu pedal gas, pedal rem dan pedal kopling. Masing-masing pedal terletak saling berdampingan. Pedal gas berada di sebelah kanan, pedal rem di tengah dan pedal kopling berada di sebelah kiri. Setiap pedal memiliki fungsinya masing-masing sesuai dengan namanya. Pedal gas berfungsi untuk memberikan dorongan kecepatan pada mobil, pedal rem berguna untuk mengontrol kecepatan mobil dan menghentikan laju kendaraan, sedangkan pedal kopling berguna untuk memutus putaran roda dan putaran mesin diantara setiap gigi, baik ketika kamu menambah gigi ataupun mengurangi gigi. Jadi, kamu harus menginjak pedal kopling setiap kali kamu mau menambah ataupun mengurangi gigi transmisi mobil oper gigi mobil manual. Hal ini dilakukan untuk tidak merusak roda gigi pada tiap-tiap transmisi gigi mobil. 4. Hidupkan Mobil Secara Perlahan Selanjutnya penting bagi kamu untuk tahu cara menghidupkan mesin mobil. Ketika ingin menghidupkan mesin mobil manual, kamu harus pastikan bahwa tuas gigi mobil manual dalam keadaan netral. Hal ini dapat diketahui dari posisi tuas gigi mobil yang berada di antara gigi tiga dan gigi empat serta tuas gigi dapat digerakkan bebas kekiri dan ke kanan. Setelah memastikan bahwa tuas gigi berada dalam posisi netral, kamu bisa menyalakan mesin mobil dengan tetap menginjak pedal kopling mobil ketika mobil distarter. Hal ini dilakukan untuk mencegah mobil melompat ke depan apabila kamu lupa bahwa keadaan gigi dalam posisi netral atau tidak. Ketika mulai mengemudi, pastikan jarak kaki diantara ketiga pedal tidak begitu jauh. Di awal belajar mengemudi mobil manual, kamu dapat memfokuskan kaki kamu di antara gas dan kopling. Kamu harus terus melatih keterampilan ini setiap kali ingin melakukan oper gigi. Pastikan selalu menginjak pedal kopling apabila ingin menambah atau mengurangi gigi transmisi mobil. 5. Jalankan Mobil, Pastikan untuk Berhati-hati Setelah mobil berhasil dinyalakan, maka langkah selanjutnya adalah jalankan mobil dengan hati-hati. Untuk menjalankan mobil, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah mulai belajar mengoper giginya. Pada mobil manual gigi mobil terbagi menjadi 5 tingkatan, yaitu gigi 1, gigi 2, gigi 3, gigi 4 serta gigi 5. Pastikan kamu menerapkan cara mengoper gigi mobil yang benar, ya. Fungsi dari masing-masing gigi mobil manual adalah untuk mengatur perubahan laju kendaraan sesuai dengan medan dan kecepatan yang ingin kamu dapatkan. Menguasai setiap tingkatan gigi mobil manual ini akan sangat bermanfaat untuk kamu ketika kamu belajar cara mengemudi mobil manual di tanjakan. Untuk menjalankan mobil, oper tuas gigi mobil ke gigi 1 dengan cara injak pedal kopling, lalu oper tuas gigi ke arah gigi 1 tekan persneling atau tuas gigi ke arah samping kiri lalu naik ke atas kemudian lepaskan perlahan-lahan pedal kopling. Maka mobil akan mulai jalan dengan transmisi gigi 1. Untuk menambah kecepatan mobil, kamu bisa mulai mencoba untuk menginjak pedal gas perlahan saja, jangan injak full. Cek kecepatan mobil pada speedometer. Jika kamu baru belajar, pastikan kecepatan kamu tidak melebihi 20 km/jam agar laju kendaraan tetap terkontrol. 6. Pindahkan Kopling Ke Gigi Lebih Tinggi Setelah kamu nyaman dan mulai menguasai jalannya mobil pada gigi 1, kamu bisa mulai untuk memindahkan kopling ke gigi yang lebih tinggi. Pertanyaan yang sering muncul adalah soal pindah atau ganti gigi mobil manual di RPM berapa? Normalnya perpindahan gigi dilakukan ketika RPM mesin berada di angka Cara memindahkan kopling ke gigi yang lebih tinggi hampir sama dengan cara kamu memasukkan gigi 1. Kamu harus memastikan bahwa setiap kali kamu ingin memindahkan gigi mobil kamu harus melakukannya berbarengan dengan menginjak pedal kopling. Jika kamu lupa menginjak pedal kopling, maka giginya tidak bisa masuk. Setelah kamu bisa mengoper gigi mobil, selanjutnya kamu akan belajar cara oper gigi mobil manual yang baik secara halus agar tidak terasa perpindahannya. Dengan mengetahui cara perpindahan gigi mobil manual yang halus, akan berpengaruh terhadap cara mengemudi kamu yang juga akan lebih halus dan lancar. Bagaimana dengan cara memindahkan gigi untuk mundur pada mobil manual? Pertama, kamu perlu memperhatikan posisi gigi netral yang harus berada di tengah. Kemudian, masukkan gigi ke gigi satu dengan cara menggeser tuas ke paling kiri dan dorong ke depan, lalu masuk ke posisi mundur. 7. Cara Mengemudi Mobil Manual dengan Mengetahui Cara Menurunkan Gigi Cara mengemudi mobil manual selanjutnya adalah dengan mengetahui cara menurunkan gigi. Setelah tahu dan lancar dalam menaikkan gigi, sekarang kamu akan belajar bagaimana cara menurunkan gigi mobil manual. Cara menurunkan gigi mobil ini sebenarnya sama saja dengan cara menaikkan gigi mobil manual. Kamu harus selalu menginjak full pedal kopling bersamaan dengan memindahkan tuas persneling untuk menurunkan gigi. Apabila ingin mengganti gigi namun kamu lupa menginjak pedal kopling, maka persneling mobil manual akan keras dan sulit untuk dipindahkan. Latihan secara rutin akan membuat kaki dan tangan kamu terbiasa untuk mengganti gigi. Tentunya, jangan sembarang pindah gigi mobil dari antar gigi manapun, seperti 3 ke 1 atau lainnya. Pastikan pula kamu selalu mengaplikasikan cara memindahkan persneling mobil manual ini dengan benar. Fungsi Gigi 1, 2, 3, 4, 5 pada Mobil Sumber foto Bilanol via. Shutterstock Pada pembahasan diatas, kita sudah membahas bahwa gigi mobil manual dan gigi pada mobil matic tidak sama. Sebenarnya, gigi mobil ada berapa sih? Pada mobil manual, gigi mobil ada 5 tahapan. Gigi ini berfungsi untuk mengatur kecepatan dan performa daya dorong mobil. Untuk belajar mobil manual kamu harus tahu fungsi dari masing-masing gigi mobil. Berikut penjelasan dan gambaran fungsi dari masing-masing gigi pada mobil manual. 1. Fungsi Gigi 1 pada Mobil Manual Gigi 1 merupakan gigi pertama yang harus kamu gunakan ketika mengemudi mobil manual. Gigi ini merupakan gigi permulaan ketika mesin mobil dihidupkan dan dijalankan di awal. Penggunaan gigi ini hanya maksimal di kecepatan 20km/jam. 2. Fungsi Gigi 2 pada Mobil Manual Setelah menggunakan gigi 1, maka selanjutnya kamu harus mengoper gigi ke gigi 2 agar mobil kamu dapat terus berjalan dan tidak tersendat-sendat. Fungsi gigi 2 pada mobil manual adalah untuk menjalankan mesin mobil di kecepatan 15-35 km/jam. Kamu juga mungkin bertanya-tanya, di tanjakan pakai gigi berapa? Cara paling efektif untuk menempuh jalur menanjak adalah dengan memasukkan gigi mobil manual ke 1 atau gigi 2. Gigi 1 dapat digunakan ketika tanjakan benar-benar curam. Sementara, gunakan gigi 2 untuk tanjakan yang cukup landai. 3. Fungsi Gigi 3 pada Mobil Manual Kamu harus tahu bahwa fungsi utama dari setiap gigi pada mobil manual adalah untuk menyesuaikan kecepatan kendaraan. Gigi 3 merupakan gigi standard yang mampu membuat mobil kamu berjalan dengan cukup lancar dan mampu memberikan dorongan yang cukup kuat pada jalanan yang tidak rata, seperti di jalan tanjakan, turunan atau jalanan bergelombang. 4. Fungsi Gigi 4 pada Mobil Manual Gigi 4 merupakan gigi yang dapat kamu gunakan ketika berkendara di jalanan lengang dan ingin memacu mobil dengan kecepatan tinggi sekitar 50-80 km/jam. Gigi 4 sangat cocok untuk digunakan ketika berkendara di jalan tol atau jalanan mulus lengang lainnya. Lalu, kapan harus ganti atau pindah gigi mobil manual ke posisi gigi 4 ini? Cara pindah gigi mobil manual yang harus kamu sesuaikan ke posisi gigi 4 adalah saat mobil manual tersebut memasuki kecepatan 50 km/jam sampai dengan 80 km/jam. 5. Fungsi Gigi 5 pada Mobil Manual Gigi 5 merupakan gigi terakhir yang ada pada mobil manual. Gigi ini merupakan gigi dengan kecepatan maksimal yang dapat kamu gunakan ketika mengemudi mobil manual. Dengan menggunakan gigi 5, mobil dapat melaju dengan kecepatan lebih dari 80 km/jam. Kesalahan Pengguna Mobil Manual Sumber foto Virrage Images via. Shutterstock Para pemula sering sekali melakukan kesalahan-kesalahan yang membuat cara berkendara dan mengemudi menjadi tidak lancar. Selain itu kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan ini juga berdampak kepada usia komponen-komponen mobil. Namun hal ini bukanlah dosa, kamu justru bisa belajar dari kesalahan-kesalahan yang telah kamu lakukan agar kelak dapat mengemudi dengan lebih baik. Adapun kesalahan-kesalahan yang sering dilakukan oleh pengguna mobil manual baik bagi yang baru belajar maupun yang sudah expert adalah sebagai berikut. 1. Menginjak Kopling Setengah-setengah Kesalahan pertama dan yang paling banyak dilakukan oleh pengguna mobil manual adalah menginjak kopling setengah-setengah. Kesalahan ini akan membuat kopling kamu cepat rusak. Kopling yang merupakan penghubung antara mesin dan transmisi, bila diinjak setengah-setengah akan membuat kopling cepat aus. 2. Kesalahan Pengguna Mobil Manual Menggantungkan Kaki di Pedal Kopling Kesalahan yang sering dilakukan oleh pengguna mobil manual selanjutnya adalah menggantungkan kaki di pedal kopling saat mengemudi. Perlu kamu ketahui bahwa pedal kopling sangat sensitif, jadi ketika berkendara hindari menggantungkan kaki kamu di pedal kopling agar kopling tidak cepat aus. 3. Kebiasaan Menyandarkan Tangan di Tuas Persneling Bagi kamu pengguna mobil manual, secara tidak sadar mungkin pernah atau bahkan sering menyandarkan tangan di tuas persneling. Hal umumnya dilakukan untuk mengistirahatkan tangan ketika mengemudi. Hal ini memang tidak berbahaya, namun kamu harus tahu bahwa di bagian bawah persneling terdapat sistem mekanis yang dapat rusak apabila persneling ditekan secara konsisten. 4. Memindahkan Gigi Mundur saat Mobil Masih Bergerak Maju Kesalahan yang satu ini biasanya dilakukan pengguna gigi manual mobil ketika hendak memarkirkan kendaraan. Pengguna mobil manual kerap memindahkan gigi mundur saat mobil masih bergerak maju. Hal ini tentu saja juga berdampak pada transmisi mobil yang akan membuatnya cepat rusak serta menimbulkan suara kasar pada mobil ketika gigi mobil ditekan mundur sementara mobil masih bergerak maju. 5. Menggunakan Gigi Tinggi saat RPM Rendah Kesalahan terakhir yang sering dilakukan oleh pengguna mobil manual adalah menggunakan gigi tinggi saat RPM rendah. Banyak orang melakukan hal ini karena percaya terhadap mitos bahwa menggunakan gigi tinggi saat RPM rendah mampu menghemat bahan bakar. Padahal nyatanya mitos ini tidak sepenuhnya benar, malah hal ini dapat mengakibatkan engine lugging atau mobil harus bekerja lebih keras untuk menggerakkan mobil. Itulah pembahasan lengkap tentang fungsi gigi mobil manual serta cara mengemudikannya. Tentunya setelah membaca artikel ini kamu akan sedikit lebih paham mengenai cara mengemudi mobil manual dengan lebih baik agar terhindar dari berbagai risiko. Selain mempelajari cara mengemudi serta fungsi gigi , kamu juga perlu tahu cara memproteksi mobil agar terhindar dari risiko finansial di masa depan. Salah satu caranya adalah dengan membeli asuransi mobil. Asuransi mobil berfungsi untuk melindungi dan memproteksi mobil dari berbagai risiko seperti hilang atau kecelakaan. Yuk, temukan berbagai produk asuransi menarik di Qoala App. Jangan lupa juga untuk mencari informasi tentang otomotif lainnya hanya di Qoala Blog!